Basic Security Policy
Security policy adalah sebuah dokumen keamanan informasi yang berisi prinsip dan strategi tentang berbagai cara yang harus dilakukan untuk mengontrol dan mengatur tata cara mengamankan informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Security policy ini merupakan dokumen yang harus dimiliki perusahaan untuk mengamankan aset pentingnya, juga menghindari adanya insiden atau tuntutan hukum jika organisasi tersebut lalai dalam melakukan pengelolaan internal pada aset informasinya.
Sedangkan standard merupakan metode yang harus digunakan untuk mengatur konsistensi keamanan yang berkaitan dengan penerapan teknologi pada perangkat keras atau perangkat lunak. Misal untuk masuk kedalam sistem, user terlebih dahulu melakukan register dengan membuat username dan password dengan tingkat kompleksitas yang telah ditentukan sebelumnya
Guidelines ini hampir sama dengan standard namun lebih fleksibel dalam implementasinya atau bisa didefinisikan pedoman/guide yang harus diikuti untuk mendukung standar kontrol yang telah diterapkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Procedure adalah cara spesifik yang digunakan user dalam melakukan kegiatan yang diperintahkan oleh program untuk mengklarifikasi policy dan standard yang telah ditentukan oleh sistem.
Fungsi security policy untuk perusahaan atau organisasi diantaranya:
- Untuk melindungi suatu perusahaan secara keseluruhan, baik SDM, informasi maupun sistemnya.
- Memberikan panduan tentang apa yang harus dilakukan untuk melindungi informasi yang disimpan pada komputer atau sistem
- Sebagai perlindungan dari orang-orang yang mecoba melakukan tindakan yang merugikan perusahaan
3 Kategori Umum Security Policy
Program Security Policy (PSP)
Merupakan Kebijakan tingkat tertinggi yang mengatur secara keseluruhan pada keamanan informasi disuatu perusahaan, kebijakan ini mengarah pada standar industri seperti ISO,QS,BS,AS dll.
Issue Spesific Security Policy (ISSP)
Merupakan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik dalam suatu organisasi seperti pedoman penggunaan internet, prosedur pembuatan password dll yang lebih mengarah pada kebijakan program tetapi lebih secara umum jika dibandingkan System Spesific Policy (SSP).
System Spesific Policy (SSP)
Merupakan kebijakan yang diberikan khusus untuk sistem karena pada suatu perusahaan mungkin ada beberapa kebijakan yang tidak sesuai, maka dari itu perlu adanya pengembangan kebijakan yang dikhususkan untuk setiap sistem.
8 Elemen pada security policy
- Purpose
Merupakan tujuan didirikanya atau dibuatnya kebijakan-kebijakan pada perusahaan tersebut. - Related documents or references
Merupakan referensi kebijakan atau petunjuk pelaksanaan dalam membuat policy security. - Cancellation or expiration
Merupakan pembaruan kebijakan yang dapat menggantikan kebijakan yang lama, termasuk didalamnya masa berlaku dari kebijakan tersebut - Background
Merupakan bagian yang menyediakan informasi latar belakang/sejarah kebutuhan kebijakan yang relevan, bagian ini merupakan bagian opsional. - Scope
Merupakan bagian yang mengidentifikasikan sejauh apa kebijakan tersebut berlaku (kepada siapa saja atau apa saja). - Policy Statement
Merupakan petunjuk yang harus dilakukan yang dirancang untuk mempengaruhi dan menentukan keputusan. - Responsibility
Merupakan bagian untuk mengatur dokumen kebijakan keamanan yang bertanggungjawab dalam hal ini yang akan dibahas termasuk SDM, orang-orang departemen hukum. sistem administrator dan petugas keamanan informasi. metode atau teknis kepatuhan juga masuk kedalam bagian ini termasuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab untuk audit. - Action
Merupakan bagian untuk menentukan tindakan apa yang akan dilakukan ketika terdapat kebijakan yang perlu ditambahkan
Komentar
Posting Komentar